Archive for 2013
Kamis, 15 Agustus 2013
Mesin bor adalah suatu
jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor
hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran
adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan
menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.
1.Mesin bor meja
Mesin bor meja adalah
mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lobang
benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm).
Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin
sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai
pemegang mata bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus
dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.
2. Mesin bor tangan
(pistol)
Mesin bor tangan
adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya
mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu,
tembokmaupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat
lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena
dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam
berbagai ukuran, bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing.
3. Mesin bor Radial
Mesin bor radial
khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin
ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara
permanen pada landasan atau alas mesin.. Pada mesin ini benda kerja tidak
bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama
yang digeser kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui
perputaran batang berulir.
4.Mesin Bor Tegak
(Vertical Drilling Machine)
Digunakan untuk
mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar, dimana proses pemakanan
dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun. Pada proses
pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun sesuai kebutuhan. Meja dapat
diputar 3600 , mejanya diikat bersama sumbu berulir pada batang mesin, sehingga
mejanya dapat digerakkan naik turun dengan menggerakkan engkol.
5.Mesin bor koordinat
Mesin bor koordinat
pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya. Perbedaannya
terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat
digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan
diameter lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang
tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja
kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan
bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan ukuran dengan sisitem optik
dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.
6.Mesin bor lantai
Mesin bor lantai
adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin
bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya
disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk
pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.
7.Mesin bor berporos (mesin
bor gang)
Mesin bor ini
mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat spindel.
Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih
cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala
penggerak.
C.BAGIAN – BAGIAN UTAMA MESIN BOR
1.Base (Dudukan )
Base ini merupakan
penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel
pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi
keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.
2.Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor
yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses
pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur
gerak vertikal dari meja kerja.
3.Table (Meja)
Bagian yang digunakan
untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan
secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa
berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada
tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan
poros ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp)
untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit
benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.
4.Drill (Mata Bor)
Adalah suatu alat
pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan
adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram)
yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang
menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor.
Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk
garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
5.Spindle
Bagian yang
menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam mata bor.
6.Spindle head
Merupakan rumah dari
konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan
diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
7.Drill Feed Handle
Handel untuk
menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja ( memakankan)
8.Kelistrikan
Penggerak utama dari
mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai dari kabel power dan
kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan saklar
pengatur kecepatan.
D.PENGERJAAN PENGEBORAN
Jenis cutting tool
(mata bor) yang digunakan dalam proses pengeboran antara lain:
1.Drilling
Proses yang digunakan
untuk membuat suatu lubang pada benda kerja yang solid.
2.Step drill
Proses yang digunakan
untuk pembuatan lubang dengan diameter bertingkat.
3.Reaming
Reaming adalah cara akurat
pengepasan dan finishing lubang yang sudah ada sebelumnya.
4.Boring
Proses memperluas
sebuah lubang yang sudah ada dengan satu titik pahat. Boring lebih disukai
karena kita dapat memperbaiki ukuran lubang, atau keselarasan dan dapat
menghasilkan lubang yang halus..
5.Counter Bore
Operasi ini
menggunakan pilot untuk membimbing tindakan pemotongan. Digunakan untuk proses
pembesaran ujung lubang yang telah dibuat dengan kedalaman tertentu, untuk
mengakomodasi kepala baut
6.Countersink (bor
benam)
Khusus pembesaran
miring berbentuk kerucut pada akhir lubang untuk mengakomodasi sekrup versink.
Kerucut sudut 60 °, 82 °, 90 °, 100 °, 110 °, 120 °
7.Tapping
Tapping adalah proses
dimana membentuk ulir dalam. Hal ini dilakukan baik oleh tangan atau oleh
mesin.
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran
adalah sebagai berikut ;
1.Pemasangan Benda
Kerja
a.Jika menggunakan
ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda tebalnya lebih
pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja ditahan
denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut
bergerak, ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b.Jika tidak
menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan dua buah
mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.
c.Untuk mengebor logam
batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok V dan dijepit
dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan balok yang
sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
d.Untuk benda kerja
yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan batang, penjepit
khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut pengikat
agar tidak merusak ragum.
2.Pemasangan Mata Bor pada chuck
a.Bor dengan tangkai
lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak boleh
menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan
lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan).
Ujung taper tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari
selumbung dengan menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus
diletakan dibawahnya, sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b.Bor dengan tangkai
selinder diguanakan “ Pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan dua atau tiga
rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat
berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata
bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
c.Bor dengan kepala
bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal), dimana
bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan
sendirinya (otomatis).
d.Bor dengan kepala
tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai dengan
tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.
e.Mata bor yang baik
asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan menghasilkan tatal yang
sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor. Untuk bahan
memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin.
3.Atur posisi benda
kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar handle, untuk
gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di sesuaikan,
setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.
4.Tancapkan steker
mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada saat ini
spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
5.Untuk pemakanan ke
benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan memakan benda
kerja.
6.Gunakan cairan
pendingin bila perlu
7.Setelah selesai,
tekan sakelar off untuk mematikan mesin
8.Untuk Mesin bor
tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.
E.PERAWATAN MESIN
Sebuah mesin dalam
menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang intensif pada
setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun
hal-hal yang harus diperhatikan :
1.Pelumasan secara
rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2.Mesin harus
dibersihkan setelah digunakan
3.Chips harus
dibersihkan menggunakan kuas.
4.T-slots, grooves,
spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5.Mesin diolesi dengan
cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
6.Pastikan untuk alat
pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7.Jangan menempatkan
alat-alat lain di meja pemboran
8.Hindari pakaian
longgar
9.Perlindungan khusus
untuk mata

